Prolog - (Tak) Tau Arah

by - September 22, 2018

Pict Pinterest
“Sejatinya hidup di bumi ini hanya perkara menikmati, namun sudah hidup bertahun berbelas dan berpuluh tahun tetap saja masih banyak yang bilang belum bisa beradaptasi”, kata Bumi kepada planet-planet lain.

#EHBUKAN kata perempuan yang menulis kisah (Tak) Tau Arah ini.

Dari hasil pengamatan terhadap orang lain pun juga mengobservasi diriku sendiri, nyatanya benar jika masih banyak manusia yang masih belum bisa beradaptasi di Bumi. Ada yang tau pilihan lain tinggal di dunia selain di bumi kah? Kalau ada hubungi kontak di bio instagram saya.

Bukan perkara cuaca, bukan perkara sumber daya, juga bukan perkara manusia dan lingkungannya. Namun di sini perkara tujuan atau arah manusia di Bumi ini mau kemana. 

“Pasti tujuannya akhirat lah”, cetus netijen julid.

Orientasi bukan lagi hanya akhirat, namun di Bumi ini juga perkara manusianya bisa tetap berlangsung hidup di dalamnya. Sudahlah urusan akhirat biar saja urusan masing-masing di hati dan iman masyarakat Bumi.

Mari kita bahas urusan cinta dan cita saja. Sepertinya lebih syahdu dan tidak menimbulkan kontroversi lebih jika kita bahas sambil ngopi, ngeteh, atau makan pisang goreng panas.

Sebagai masyarakat bumi yang terbilang menginjak dewasa, problematikanya masih saja sama dari dulu sampai bumi tua renta saat ini yang dikesahkan adalah perihal cinta dan cita. Bermacam jenisnya:  ada yang telah mendapatkannya, ada yang masih digantung olehnya, ada juga yang sama sekali belum ada bayangan terhadapnya. Itu pilihan dan hak setiap masyarakat bumi yang tidak perlu diperdebatkan layaknya kubu kecebongers atau kubu kampreters 
#HEHE ENGGAK DING
 
Nantikan kisah yang (Tak) Tau Arah ini di kemudian waktu ya.
Izinkan Perempuan Bumi yang tak tau arah ini berupaya mencari jalannya.

(BERSAMBUNG)

You May Also Like

1 Comments