Terima kasih, Energi Positif

by - Januari 29, 2019

Pict Pinterest
Dulu aku selalu susah buat nerapin ini. Hidup selalu banyak eluh, sambat, pesimis, dan lain sebagainya.
Kok aku begini? Kok aku ngga bisa ini? Kok ini ngga sesuai apa yang aku mau? dan sederet pertanyaan-pertanyaan racun lainnya.
Semakin bergesernya tahun, aku jadi semakin sadar, bahwa yang seperti itu memang toxic yang membuat hidupku bisa dibilang- jadi kurang bisa bahagia.

Akhir-akhir ini aku sering diskusi dengan mereka yang ternyata bisa membuatku lebih open minded terhadap segala masalah-masalah yang ada, juga lebih legowo dalam menerimanya. Dan aku juga belakangan baru sadar, kalau energi positif itu ternyata bisa sebegitu mudahnya menular.

Ketika kita memberi energi positif ke lawan komunikasi, dia bisa lebih optimis dalam menjalani hidupnya.

Dalam contohnya, hari ini salah satu teman sambat kalau dia ngga bisa renang. Aku yang --bisa dibilang-- bisa meskipun tidak mahir, jadi objek sambatnya. Aku ngga bisa ngasih dia teori maupun gaya renang yang baik dan benar, kemudian aku kasih motivasi dia- kamu itu bisa, kamu harus bisa, hari ini pun kamu harus bisa renang, kamu sebenernya bisa, kalau kamu mau coba dan berani coba. Kalimat itu ku ulang-ulang terus sambil sesekali membantunya bergerak.

Dan akhirnya apa? Setelah satu jam di kolam renang ku bius dengan kalimat-kalimat positif itu, akhirnya dia bener-bener bisa.
Sungguh ajaib.

Percaya adalah kunci.
Kalau percaya pada diri sendiri saja masih ragu, bagaimana mau maju?
Salah satunya, percaya kalau setiap masalah yang ada pasti punya jalannya masing-masing. Entah jalannya itu ada solusi jawabnya, atau memang takdir dari masalah itu tidak ada jawabnya? pun bisa jadi yang masalah tidak ketemu ujungnya tersebut adalah memang jawabannya.Kemudian, legowo adalah kunci. Ikhlas menerima segala takdir masalah, namun harus beriringan dengan ikhtiar (usaha), baru kita tawakal (berserah) pada sang Muqtadir.

Kembali ke positive vibes,
Kamu gampang ngomong-ngomong doang kayak gini, biasanya juga sambat!
Iya, memang tidak bisa dipungkiri saat aku bener-bener lelah dengan segala rutinitas yang ada, rutinitas yang menjemukan, misalnya. Kadang aku masih suka sambat.
Tapi ayoklah, kita sama-sama memberi energi positif pada satu sama lain. Biar dunia ini rasanya lebih indah gitu lho. Ehehe

Sekian dulu, kapan-kapan kalau ada tambahan aku revisi lagi. Ok. Bhay.
Selamat bahagia!

You May Also Like

1 Comments